Serba Serbi Kuliah di Maroko Bareng Asyraf Muntazar
Kali ini kita ada kesempatan untuk sharing bareng sama kakak kita yang ganteng nih. Namanya Asyaraf Muntazar. Pemuda kelahiran Jakarta ini merupakan mahasiswa tahun 2017 di Sidi Mohamed Ben Abdellah University, Fez, Morocco. Asyraf yang telah lama tinggal di Banda Aceh ini mendalami ilmu Islamic Studies atau biasa dikenal studi islam di Universitasnya di Maroko.
Sebelum kita menimba ilmu, melakukan perjalanan kerja atau bahkan sekedar liburan di negeri orang alangkah baiknya kita mengenal negara tujuan kita terlebih dahulu. Maroko adalah salah satu negara kerajaan yang letaknya di ujung barat laut Afrika, di bagian baratnya sudah laut lepas. Kalau kata penganut teori Bumi Datar, Maroko itu sudah ujung dunia dan utaranya tepat berseberangan dengan Benua Eropa, Negara Spanyol tepatnya. Kalau kita ke Kota Tanger, salah satu kota di Kerajaan Maroko, kita akan bisa melihat bayang-bayang Benua Eropa dari ujung lautnya. Sebagai negara yang letaknya tidak jauh dari Eropa dan juga sebagai negara yang dulunya sempat masuk daerah jajahan Perancis, tentu dari segi kebudayaan Maroko ini tidak beda jauh dari kebudayaan Perancis-Spanyol. Contohnya, Negara Maroko ini sudah lama meresmikan Bahasa Perancis sebagai bahasa resmi kedua mereka setelah Bahasa Arab. Di kampus-kampus dan beberapa lembaga pendidikan pun sistem penilaian yang digunakan ialah di angka 1-20, mengadopsi sistem penilaian lembaga pendidikan di Perancis. Masih banyak lagi sebenarnya contoh-contoh bekas pengadopsian kultur masyarakat Maroko dari Perancis dan Spanyol. Maroko juga salah satu dari sedikit negara di Benua Afrika yang memiliki empat musim, yakni musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi. Musim dingin di Maroko juga bersalju, jadi dari cuacanya pun lebih condong ke Eropa daripada Afrika.
Untuk perkuliahannya sendiri terbagi atas dua tipe universitas. Ta'lim 'Ali yang dibawahi oleh Wizarah Ta'lim 'ali atau kementerian pendidikan tinggi dan Ta'lim 'Atiq yang dibawahi oleh wizarah awqaf atau kementerian wakaf. Kurang lebih sama seperti Kemenristekdikti dan Kemenag yang sama-sama menaungi universitas-universitas yang ada di Indonesia.
Asyraf memaparkan bahwa ada banyak jalur untuk bisa kuliah di Maroko. Salah satunya adalah melalui jalur kuota 15 Kemenag yang diikutinya hingga bisa terbang ke negara yang terletak di Benua Afrika bagian Utara ini. Jadi setiap tahun Kemenag membuka peluang bagi 15 orang yang tertarik untuk belajar di Maroko dengan membuka tes masuk yang dilaksanakan se Indonesia. Dalam dua tahun terakhir ini sudah ada sekitar seribu lebih pendaftar untuk kuota 15 ini. Jadi benar-benar dibutuhkan doa dan persiapan yang matang untuk bisa mendapat peluang dari kuota jalur kemenag. Beasiswa ini meng-cover murni untuk biaya hidup. Untuk belajar, pemerintah Maroko menggratiskan seluruh biaya. Jadi uang beasiswa itu digunakan untuk jajan, biaya transport dan lain-lain. Teman-teman Indonesia disana juga biasanya perkota menyewa rumah atau apartemen khusus untuk orang-orang Indonesia. Nah mereka biasanya menggunakan uang beasiswa tersebut untuk membayar uang sewa rumah dan uang makan. Tapi itu tergantung pribadi masing-masing. Namun sayangnya jalur ini sudah ditutup dan para peserta yang lolos seleksi sudah diumumkan sekitar tiga hari lalu. Jadi bagi teman-teman yang tertarik untuk mendapatkan beasiswa ini harus mencoba tahun depan.
Jadi untuk jalur yang bisa dicoba antara lain jalur yang diikuti Asyraf yakni jalur resmi Kemenag. Jadi jalur ini menyediakan 15 kuota pelajar yang kemudian bisa dikirimkan ke universitas-universitas di bawah kementerian pendidikan tinggi di Maroko dan kuota ini akan diberikan beasiswa maksimal empat tahun untuk strata-1, adapun untuk S2 dan S3 dari jalur pemerintahan bisa memanfaatkan kuota beasiswa LPDP atau beasiswa 3000 doktor. Kedua, jalur PBNU. Jalur ini khusus untuk temen-teman yang tergabung di Keluarga Besar Nahdlatul Ulama. Jadi sekitar beberapa tahun lalu, Raja Maroko, King Mohammed VI memberikan secara eksklusif ijin belajar bagi pelajar-pelajar PBNU untuk belajar di lembaga-lembaga pendidikan di bawah kementerian wakaf Maroko. Namun, teman-teman yang datang lewat jalur ini harus melakukan tes lagi ketika sampai di Maroko, jadi belum tentu langsung masuk universitas. Kemudian, ada satu jalur lagi yaitu MOU antar instansi, tetapi ini sangat terbatas. Jalur ini semacam kerjasama antar sekolah, sejauh ini baru ada dua sekolah yang mengirimkan siswa-siswanya ke Maroko. Tapi itu sangat terbatas.
Pembahasan kita akan lebih terfokus ke jalur Kemenag, sesuai jalur Asyraf. Jadi jalur Kemenag ini merupakan hasil dari kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Maroko dan kebetulan kerja sama yang ada itu berhubungan dengan Studi Islam, ilmu syariat atau sastra arab. Jadi tesnya tentu tidak jauh dari pengetahuan dasar agama islam dan Bahasa Arab, seperti kaidah-kaidah Bahasa Arab dan sebagainya. Mulai tahun ini, ada dua tahapan berbeda. Pertama, tes tulis yang menyertakan soal-soal seperti yang sudah saya gambarkan sebelumnya dan juga ada tes kemampuan mengarang dalam Bahasa Arab dengan tema yang sudah ditentukan. Kemudian bagi teman-teman yang sudah lulus tes tahap awal, dilanjutkan dengan tes lisan berupa wawancara dengan Bahasa Arab dengan para penguji yang sudah ditentukan, tes membaca teks Bahasa Arab dan tes hafalan Al-Qur’an minimal dua juz. Baru kalian yang sudah lulus semua tahapan tes ini berpeluang untuk mengecap pendidikan di Maroko menggunakan beasiswa yang didapat dari jalur ini. Tidak ada seleksi berkas, tapi tetap ada beberapa berkas seperti fotokopi ijazah yang harus dilengkapi dan dikumpulkan setelah pendaftaran via daring. Pada akhirnya untuk universitasnya akan dipilihkan, sedangkan untuk jurusannya hanya studi islam
Lalu kemudian apa nih keistimewaan Maroko bagi seorang Asyraf? “Kalau dibandingkan dengan negara-negara Timur Tengah lain, cuaca di Maroko ini terbilang sudah sangat sempurna, daerah yang tidak rawan konflik, ekonominya stabil, juga tidak banyak timbul masalah antara Maroko dengan negara-negara lainnya. Maroko juga termasuk negara yang sangat aman jika dibandingkan dengan negara lain. Untuk keislaman sendiri, Maroko ini mempunyai sejarah panjang dalam peradaban islam dunia. Dimulai dari kisah masuknya pasukan Tariq bin Ziyad ke bumi Andalusia yang terkenal itu hingga kejayaan islam di Andalusia yang masuk kedalamnya wilayah utara Afrika, Maroko, Aljazair dan lainnya. Kemudian pendidikan islam di Maroko pun sudah terjaga sejak dulu. Di Maroko ada satu instansi pendidikan bernama Alqarawiyyin yang menurut UNESCO merupakan universitas tertua di dunia yang masih beroperasi hingga kini. Usianya sekarang mungkin sudah 800-900 tahun dan masih mengeluarkan alumni-alumni berkualitas. Kemudian yang terpenting bagi saya pribadi, pemandangannya sangat bagus. Cocok untuk mengisi feed instagram hahah. Salah satu kota di Maroko, Marrakech, baru-baru ini dinobatkan sebagai destinasi ke empat terbaik untuk wisatawan dunia setelah Paris, Los Angeles dan satu lagi saya lupa.” Paparnya. Bukan hal yang mudah juga bagi Asyraf untuk menimba ilmu di Maroko sebab jarak yang terbilang jauh, hingga memakan waktu penerbangan paling cepat delapan belas jam.
Meski Maroko terbilang negara islam dan negara Timur Tengah, namun kebudayaannya sangat bercampur dengan kebudayaan Eropa. Untuk itu wanita pun tidak ada kewajiban membawa mahrom atau sebagainya. Untuk jurusan kuliah juga tdak hanya untuk studi islam. Banyak dari orang-orang Vietnam, Timor Leste, Laos dan Afrika biasanya kuliah arsitektur, kedokteran, dan lain sebagainya. Tapi untuk Indonesia karena kebetulan kerja sama yang ada hanya di bidang keagamaan jadi jalurnya agak sedikit rumit.
Pesan dari Asyraf untuk teman-teman Indonesia yang tertarik melanjutkan studinya di Maroko adalah perbanyak bahas soal-soal tes kemenag pertahun, perbanyak mendengarkan wawancara-wawancara dalam Bahasa Arab supaya terbiasa mendengarkan Bahasa Arab Fusha. Tentunya doa dan usaha itu yang utama.
Kali ini kita ada kesempatan untuk sharing bareng sama kakak kita yang ganteng nih. Namanya Asyaraf Muntazar. Pemuda kelahiran Jakarta ini merupakan mahasiswa tahun 2017 di Sidi Mohamed Ben Abdellah University, Fez, Morocco. Asyraf yang telah lama tinggal di Banda Aceh ini mendalami ilmu Islamic Studies atau biasa dikenal studi islam di Universitasnya di Maroko.
Sebelum kita menimba ilmu, melakukan perjalanan kerja atau bahkan sekedar liburan di negeri orang alangkah baiknya kita mengenal negara tujuan kita terlebih dahulu. Maroko adalah salah satu negara kerajaan yang letaknya di ujung barat laut Afrika, di bagian baratnya sudah laut lepas. Kalau kata penganut teori Bumi Datar, Maroko itu sudah ujung dunia dan utaranya tepat berseberangan dengan Benua Eropa, Negara Spanyol tepatnya. Kalau kita ke Kota Tanger, salah satu kota di Kerajaan Maroko, kita akan bisa melihat bayang-bayang Benua Eropa dari ujung lautnya. Sebagai negara yang letaknya tidak jauh dari Eropa dan juga sebagai negara yang dulunya sempat masuk daerah jajahan Perancis, tentu dari segi kebudayaan Maroko ini tidak beda jauh dari kebudayaan Perancis-Spanyol. Contohnya, Negara Maroko ini sudah lama meresmikan Bahasa Perancis sebagai bahasa resmi kedua mereka setelah Bahasa Arab. Di kampus-kampus dan beberapa lembaga pendidikan pun sistem penilaian yang digunakan ialah di angka 1-20, mengadopsi sistem penilaian lembaga pendidikan di Perancis. Masih banyak lagi sebenarnya contoh-contoh bekas pengadopsian kultur masyarakat Maroko dari Perancis dan Spanyol. Maroko juga salah satu dari sedikit negara di Benua Afrika yang memiliki empat musim, yakni musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi. Musim dingin di Maroko juga bersalju, jadi dari cuacanya pun lebih condong ke Eropa daripada Afrika.
Untuk perkuliahannya sendiri terbagi atas dua tipe universitas. Ta'lim 'Ali yang dibawahi oleh Wizarah Ta'lim 'ali atau kementerian pendidikan tinggi dan Ta'lim 'Atiq yang dibawahi oleh wizarah awqaf atau kementerian wakaf. Kurang lebih sama seperti Kemenristekdikti dan Kemenag yang sama-sama menaungi universitas-universitas yang ada di Indonesia.
Asyraf memaparkan bahwa ada banyak jalur untuk bisa kuliah di Maroko. Salah satunya adalah melalui jalur kuota 15 Kemenag yang diikutinya hingga bisa terbang ke negara yang terletak di Benua Afrika bagian Utara ini. Jadi setiap tahun Kemenag membuka peluang bagi 15 orang yang tertarik untuk belajar di Maroko dengan membuka tes masuk yang dilaksanakan se Indonesia. Dalam dua tahun terakhir ini sudah ada sekitar seribu lebih pendaftar untuk kuota 15 ini. Jadi benar-benar dibutuhkan doa dan persiapan yang matang untuk bisa mendapat peluang dari kuota jalur kemenag. Beasiswa ini meng-cover murni untuk biaya hidup. Untuk belajar, pemerintah Maroko menggratiskan seluruh biaya. Jadi uang beasiswa itu digunakan untuk jajan, biaya transport dan lain-lain. Teman-teman Indonesia disana juga biasanya perkota menyewa rumah atau apartemen khusus untuk orang-orang Indonesia. Nah mereka biasanya menggunakan uang beasiswa tersebut untuk membayar uang sewa rumah dan uang makan. Tapi itu tergantung pribadi masing-masing. Namun sayangnya jalur ini sudah ditutup dan para peserta yang lolos seleksi sudah diumumkan sekitar tiga hari lalu. Jadi bagi teman-teman yang tertarik untuk mendapatkan beasiswa ini harus mencoba tahun depan.
![]() |
| http://www.usmba.ac.ma |
Jadi untuk jalur yang bisa dicoba antara lain jalur yang diikuti Asyraf yakni jalur resmi Kemenag. Jadi jalur ini menyediakan 15 kuota pelajar yang kemudian bisa dikirimkan ke universitas-universitas di bawah kementerian pendidikan tinggi di Maroko dan kuota ini akan diberikan beasiswa maksimal empat tahun untuk strata-1, adapun untuk S2 dan S3 dari jalur pemerintahan bisa memanfaatkan kuota beasiswa LPDP atau beasiswa 3000 doktor. Kedua, jalur PBNU. Jalur ini khusus untuk temen-teman yang tergabung di Keluarga Besar Nahdlatul Ulama. Jadi sekitar beberapa tahun lalu, Raja Maroko, King Mohammed VI memberikan secara eksklusif ijin belajar bagi pelajar-pelajar PBNU untuk belajar di lembaga-lembaga pendidikan di bawah kementerian wakaf Maroko. Namun, teman-teman yang datang lewat jalur ini harus melakukan tes lagi ketika sampai di Maroko, jadi belum tentu langsung masuk universitas. Kemudian, ada satu jalur lagi yaitu MOU antar instansi, tetapi ini sangat terbatas. Jalur ini semacam kerjasama antar sekolah, sejauh ini baru ada dua sekolah yang mengirimkan siswa-siswanya ke Maroko. Tapi itu sangat terbatas.
Pembahasan kita akan lebih terfokus ke jalur Kemenag, sesuai jalur Asyraf. Jadi jalur Kemenag ini merupakan hasil dari kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Maroko dan kebetulan kerja sama yang ada itu berhubungan dengan Studi Islam, ilmu syariat atau sastra arab. Jadi tesnya tentu tidak jauh dari pengetahuan dasar agama islam dan Bahasa Arab, seperti kaidah-kaidah Bahasa Arab dan sebagainya. Mulai tahun ini, ada dua tahapan berbeda. Pertama, tes tulis yang menyertakan soal-soal seperti yang sudah saya gambarkan sebelumnya dan juga ada tes kemampuan mengarang dalam Bahasa Arab dengan tema yang sudah ditentukan. Kemudian bagi teman-teman yang sudah lulus tes tahap awal, dilanjutkan dengan tes lisan berupa wawancara dengan Bahasa Arab dengan para penguji yang sudah ditentukan, tes membaca teks Bahasa Arab dan tes hafalan Al-Qur’an minimal dua juz. Baru kalian yang sudah lulus semua tahapan tes ini berpeluang untuk mengecap pendidikan di Maroko menggunakan beasiswa yang didapat dari jalur ini. Tidak ada seleksi berkas, tapi tetap ada beberapa berkas seperti fotokopi ijazah yang harus dilengkapi dan dikumpulkan setelah pendaftaran via daring. Pada akhirnya untuk universitasnya akan dipilihkan, sedangkan untuk jurusannya hanya studi islam
Lalu kemudian apa nih keistimewaan Maroko bagi seorang Asyraf? “Kalau dibandingkan dengan negara-negara Timur Tengah lain, cuaca di Maroko ini terbilang sudah sangat sempurna, daerah yang tidak rawan konflik, ekonominya stabil, juga tidak banyak timbul masalah antara Maroko dengan negara-negara lainnya. Maroko juga termasuk negara yang sangat aman jika dibandingkan dengan negara lain. Untuk keislaman sendiri, Maroko ini mempunyai sejarah panjang dalam peradaban islam dunia. Dimulai dari kisah masuknya pasukan Tariq bin Ziyad ke bumi Andalusia yang terkenal itu hingga kejayaan islam di Andalusia yang masuk kedalamnya wilayah utara Afrika, Maroko, Aljazair dan lainnya. Kemudian pendidikan islam di Maroko pun sudah terjaga sejak dulu. Di Maroko ada satu instansi pendidikan bernama Alqarawiyyin yang menurut UNESCO merupakan universitas tertua di dunia yang masih beroperasi hingga kini. Usianya sekarang mungkin sudah 800-900 tahun dan masih mengeluarkan alumni-alumni berkualitas. Kemudian yang terpenting bagi saya pribadi, pemandangannya sangat bagus. Cocok untuk mengisi feed instagram hahah. Salah satu kota di Maroko, Marrakech, baru-baru ini dinobatkan sebagai destinasi ke empat terbaik untuk wisatawan dunia setelah Paris, Los Angeles dan satu lagi saya lupa.” Paparnya. Bukan hal yang mudah juga bagi Asyraf untuk menimba ilmu di Maroko sebab jarak yang terbilang jauh, hingga memakan waktu penerbangan paling cepat delapan belas jam.
Meski Maroko terbilang negara islam dan negara Timur Tengah, namun kebudayaannya sangat bercampur dengan kebudayaan Eropa. Untuk itu wanita pun tidak ada kewajiban membawa mahrom atau sebagainya. Untuk jurusan kuliah juga tdak hanya untuk studi islam. Banyak dari orang-orang Vietnam, Timor Leste, Laos dan Afrika biasanya kuliah arsitektur, kedokteran, dan lain sebagainya. Tapi untuk Indonesia karena kebetulan kerja sama yang ada hanya di bidang keagamaan jadi jalurnya agak sedikit rumit.
Pesan dari Asyraf untuk teman-teman Indonesia yang tertarik melanjutkan studinya di Maroko adalah perbanyak bahas soal-soal tes kemenag pertahun, perbanyak mendengarkan wawancara-wawancara dalam Bahasa Arab supaya terbiasa mendengarkan Bahasa Arab Fusha. Tentunya doa dan usaha itu yang utama.



Comments
Post a Comment