![]() |
Sumber : http://c012e.wzu.edu.tw/category/134992
|
Bersama : Priscilla Diani Kumaradewi
Narasumber kita kali ini yakni gadis muda yang sudah masuk tahun keduanya di Wenzao Ursuline University of Languages di Taiwan. Priscilla ini mengambil program sarjana (undergraduate program) di International Affairs Department atau Hubungan Internasional. Di Taiwan, WZU termasuk universitas swasta dan termasuk universitas terbaik di Taiwan untuk universitas bahasa.
Disini beasiswa yg ia dapatkan bernama Beasiswa Ursulin. Tapi itu hanya di khususkan untuk anak-anak yang dulunya bersekolah di SMA Ursulin di Indonesia. Tapi untuk teman-teman yang bukan berasal dari sekolah Ursulin, tenang aja. Pemerintah Taiwan dan Indonesia juga menyediakan beasiswa untuk teman-teman yang mau mendaftar kuliah di Taiwan. Beasiswa ini dibuka untuk semua jurusan dan semua jenjang (S1 dan S2) namun hanya diprioritaskan untuk anak-anak lulusan SMA Ursulin Indonesia.
Syarat Beasiswa :
Siswa SMA Ursulin di Indonesia.
Di rekomendasikan oleh guru BP dan kepala sekolah.
Nilai rata-rata rapor semester 1-5 diatas 70; akan lebih baik kalau datas 75.
Melampirkan legalisir rapor, ijazah & SKHUN yang sudah ditranslate ke Bahasa Inggris atau Bahasa Mandarin.
Mengisi form beasiswa yg disediakan WZU.
Menyertakan Language Proficiency Test (TOEFL, IELTS, atau TOCFL minimal A2).
Membuat study plan dan surat rekomendasi dari kepala sekolah, guru BP, dan satu guru
Lulus med check di tempat yang sudah disediakan TETO. ( Web: www.wzu.edu.tw )
Sebenarnya, syarat beasiswa itu tidak hanya untuk Beasiswa Ursulin. Tapi berlaku untuk beasiswa lain yang ada di Taiwan juga.
Untuk yang tertarik mendaftar bisa melalui link di bawah ini ( Beasiswa MOFA ) http://tafs.mofa.gov.tw/SchDetailed.aspx?loc=en&ItemId=15.
Atau jika ingin mengetahui list beasiswa di Wenzao, bisa melalui link di bawah ini http://c050.wzu.edu.tw/category/142962.
Pendaftaran !
Untuk beasiswa MOFA application periodnya dari 1 Februari - 31 Maret. Untuk beasiswa Ursulin sekitar akhir bulan Februari-selesai UNBK.
Jurusan :
Bachelor Degree
Bahasa dan Sastra
1. Sastra Inggris
2. Sastra Jepang
3. Sastra Spanyol
4. Sastra Jerman
5. Sastra Perancis
6. Sastra dan Pengaplikasian Sastra Mandarin
International Studies
1. Translation and Interpreting
2. Department of International Business
3. Department of International Affairs
College of Education Innovation
1. Digital content applicatin and management
2. Communication arts
3. Foreign Languages Instruction
Magister Degree
1. Graduate institute of multilingual translation and interpreting
2. Graduate institute of international business and intercultural management
3. Master Degree program of International Affairs
4. Graduate Institute of European Studies
5. Master of Arts in Southeast Asian Studies
6. Graduate institute of foreign language education and cultural industries
7. Graduate institute of teaching Chinese as a Second Language
Untuk WZU sendiri, belum menyediakan pendidikan untuk S3 (Doctoral)
Disini hanya Junior College Program (SMA tapi setelah lulus setara D2), S1, dan S2.
Nah... Sekarang mari kita simak alasan Pricilla memilih untuk menekuni studinya di jurusan International Affair dan untuk memilih WZU sebagai destinasi melanjutkan studi.
“ Sejak SMP memang sudah ingin masuk di jurusan tersebut dan saya memang ingin fokus ke diplomasi daerah asia timur. Menurut saya, negara yg ‘ideal’ untuk belajar daerah asia Timur itu Taiwan atau Korea. Namun krn ada beberapa pertimbangan dari orang tua dan guru BP akhirnya saya memutuskan ke Taiwan dan bukan ke Korea. Salah satunya, karena bahasa sehari-hari disini itu bahasa Mandarin dan Mandarin sudah menjadi official language ketiga di PBB. Jadi saya ingin ‘menyelam sambil minum air’. Belajar IA sambil belajar Bahasa Mandarin juga”.
“ Kebetulan WZU ini terletak di Kota Kaohsiung. Sekitar 5 jam dari Taipei (kalau naik mobil atau bus) dan Kaohsiung merupakan kota kedua terbesar setelah Taipei. Di sini juga termasuk kota pelabuhan yang cukup ramai di daerah Asia Timur sehingga banyak barang-barang yang dijual cukup murah dibanding daerah lain.
Kotanya sedikit laid back dibanding dengan Taipei. Sehingga sangat kondusif untuk meningkatkan suasana belajar. Orang-orangnya berpikiran lebih terbuka sehingga kita bisa mengambil pelajaran ‘baik’ dan ‘buruk’nya dengan Indonesia. Sistem politiknya demokrasi sehingga mirip dengan Indonesia. Tulisan Bahasa Mandarinnya menggunakan sistem tradisional sehingga nantinya memudahkan kita untuk membaca tulisan Mandarin dari Tiongkok. Pelafalan bahasa mandarin Taiwan lebih “chill” dibanding bahasa mandarin Tiongkok. Banyak tawaran pekerjaan dari perusahan-perusahaan yang membutuhkan orang Indonesia yang bisa ber Bahasa Mandarin, Inggris, dan pastinya Bahasa Indonesia.
Pastinya ada kesan-kesan juga bagi seorang Pricilla yang merantau ke luar negeri untukenimba ilmu. Ini adalah sekilas suka duka yang disampaikan Pricilla ketika sharing kepada teman-teman PPM.
“Sebenernya dinamika kehidupan disini gak beda jauh ya sama di Indo. Temen-temen orang Indo dari univ lain juga banyak. Cuman emang kita harus aktif aja di kampus dan di luar kampus kalo di dalem kampus kebetulan WZU punya Indonesian Culture Club. Disitu kita bisa belajar kebudayaan Indo yg mungkin belum pernah belajar sebelumnya. Dan yg ikut Indonesian Culture Club gak cuman anak Indo loh. Anak Taiwan juga ada yg ikut clubnya. Kebetulan aku juga aktif di dalem kampus. Skrg aku menjabat sbg vice president department student union. Emang berat sih krn bahasa mandarin aku juga belom sejago itu. Cuman aku memberanikan diri mengambil tantangan supaya melatih bahasa mandarin aku juga
Selain itu aku juga ikut soccer club di kampus ku. Sekalian nambah temen dari Taiwan maupun luar negeri
Dan hal yg paling unik disini, walapun kita ketemu teman-teman dari Jepang, Hongkong, Amerika, Jerman, Belanda, Perancis, dll, kita lebih sering berkomunikasi pake bahasa mandarin.
Untuk di luar kampus, aku skrg ikut aktif di kepengurusan PPIK (perhimpunan pelajar Indonesia Kaohsiung). Selain itu, aku juga ikut volunteer-volunteer yang membutuhkan bantuan orang Indonesia untuk translate ke bahasa Indonesia dari Bahasa Mandarin atau Inggris. Paling dukanya itu pas tahun-tahun pertama ketika orang-orang ngomong mandarin dan aku cuman bisa cengo gak tau harus ngomong apa. Tapi seiring berjalannya waktu, walaupun masih terbatas kemampuannya, setidaknya udah ngerti kalau ada orang ngmg mandarin.”
Sesi Tanya Jawab :
Arrasyid Putra Arma Padang UNP
Assalamualaikum...
1. Bgaimana sistem perkuliahan di Taiwan?? Apakah sama dengan di Indonesia yang menggunakan sistem sks??
2. Apakah dalam apply beasiswanya mensyaratkan TOEFL/IELTS???
3. Apakah ada untuk kelas bahasa Taiwannya??
Terimakasih...
Wassalammualaikum...
Narasumber
Waalaikumsalam
1. Sistem perkuliahan di taiwan kurang lebih agak mirip dengan Indo. Cuman bedanya, pada tahun pertama, kita wajib mengambil kelas komputer, BK, General English, General Course (hukum, humanity, culture, dan 2 kelas science). Untuk pemfokusan jurusan, biasanya dilakukan semeter 5. Tp tergantung dari departmentnya. Contohnya, department saya IA tapi saya ambil fokus ke Politics and Economics east Asian
2. Iya ini wajib. Disarankan kalau mau ambil TOEFL, ambil yg paper based test. Soalnya yg iBT tidak berlaku disini.
3. Ada. Untuk tahun pertama, kita dapet beasiswa belajar di Chinese Learning Center. Kita belajar di CLC saat malam.
Untuk selanjutnya, kita juga harus mengambil kelas 'Chinese for Foreigner'. Kelas ini dimaksudkan sebagai kelas pengganti "sastra mandarin" buat anak Taiwan krn bahasan kelas sastra mandarin itu lbh berat. Shg kita diberikan kelas "chinese for foreigner"
Rashid Khan - SMAN 1 Balikpapan
Kak, soal toleransi beragama di Taiwan seperti apa? Apa ga sering terjadi konflik?
Oh iya, bagi penerima beasiswa seperti kaka, kalau tinggalnya di asrama atau rumah ?
Untuk harga harga kebutuhan, mungkin bisa di komparasikan mana yang lebih mahal antara indonesia dan taiwan
Narasumber
1. Untuk toleransi, teman2 Taiwan menurut aku sangat toleransi kok. Di kahosiung sendiri juga terdapat Mesjid, Gereja yg menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia, juga banyak temple2 buat teman2 yg beragama Buddha.
Memang disini agama bukan menjadi concern mereka. Bahkan mereka kadang mewawancarai orang Indonesia tentang agama yang ada di Indonesia untuk penelitian mereka.
2. Aku tinggal di asrama. Kebetulan, asrama juga digratiskan untuk penerima beasiswa ursulin. Untuk penerima beasiswa bukan ursulin, tergantung dari kesepakatan beasiswanya
3. Untuk harga kebutuhan, ada beberapa barang lebih mahal dari yg di Indo. Tapi ada beberapa barang juga yg lebih murah. Untuk kebutuhan makan disini, kira2 sama seperti pengeluaran makan di jakarta. Untuk di Taipei sendiri, akan jauh lbh mahal.
Nova intan permadani
Assalamualaikum
1. Apakah beasiswa MOFA itu full funded? Kira" kita dapet berapa per bulan atau per semesternya?
2. Fasilitas apa saja yg diberikan oleh MOFA?
TERIMAKASIH 🙏🏻
Narasumber
Waalaikumsalam
Maaf untuk MOFA aku agak kurang tahu pastinya cuman yg aku denger dari 2 temenku yg berbeda
Temen 1 (dari mongolia)
Dia gak bayar tuition fee dan mendapatkan uang sebesar 20,000NTD (Rp. 10.000.000) setiap 2 bulan
Temen 2 (dari Indonesia + dapet beasiswa ursulin tapi yg parsial jadi gak 100%)
Dia gak bayar tuition fee tapi mendapat uang 18,000NTD atau sekitar Rp9.000.000 per semester
Sella-SMA-Padang
Kak menurut kakak kebiasaan positif mahasiswa Taiwan yang bisa dicontoh oleh mahasiswa Indonesia apa ya? Dan apakah di Taiwan banyak makanan halal kak? Sekian, terima kasih😊
Narasumber
Kebiasaan positif mahasiswa Taiwan yg bisa dicontoh menurut aku
1. Mereka selalu ambil kelas yg seharusnya untuk semester atau tahun berikutnya. Misalnya kamu baru tahun pertama, tp kamu merasa sks kamu kurang. Kamu bisa ambil kelas di tahun ke 2,3,atau 4. Tp ya ada resiko kesulitan pemahaman krn pastinya kelasnya lbh sulit
2. Walaupun mereka banyak kelas, mereka tetap menyempatkan diri ikut club2 atau kejuaraan2 yg ada di univ maupun diluar univ. Tp tetep belajar nomer 1
3. Mungkin kalo kamu nanti sekolah disini, ada beberapa temen Taiwan yg keliatan 'agak malas' cuman jangan salah kira. Kadang2 penampilan bisa menipu kita haha
Tau2nya dia rank 1 di kelas. Who knows? Haha
Untuk makanan halal, disini ada banyak. Cuman sebelum beli emang kita harus cermati dlu di menunya. Disini juga ada lebih dari 10 restoran Indonesia kok. Jadi kalo lagi homesick dan kangen rendang, bisa makan di restoran Indo hehe.
Tips ala-ala Pricilla !!
1. Sebelum mendaftar pastikan dlu jurusan yang dipilih dan kampus yang dituju sesuai dengan keinginan hati.
2. Disarankan untuk tidak memakai agen (walaupun urusan administrasinya agak ribet, setidaknya kita tau prosesnya; kecil kemungkinan untuk ditipu karena ada beberapa kasus anak Indonesia yang bermasalah dengan agen).
3. Pertahankan nilai semester 1-6 jangan sampai turun atau turun drastis. Kalau bisa konsisten naik disetiap semesternya.
4. Akan lebih baik kalau sudah ada dasar Bahasa Mandarin untuk memudahkan berkomunikasi dengan orang-orang di sini. Namun, Wenzao adalah Universitas bahasa; kami ditekankan untuk bisa berbahasa Inggris tapi tidak semua murid + guru bisa ber Bahasa Inggris dengan baik.
5. Perkuat Bahasa Inggris juga. Supaya mudah dalam belajar Bahasa Mandarin. Karena walapun nanti jurusan kita tidak berhubungan dengam bahasa, foreigner wajib mengambil kelas Chinese for Foreigner untuk menggantikan kelas Sastra Mandarin (untuk anak Taiwan).
6. Harus punya kemauan untuk belajar. Disini kita juga bersaing dengan anak Taiwan untuk memperoleh ranking di department. Bagi anak Taiwan, rank itu penting untuk mereka memperoleh beasiswa dari pemerintah; sedangkan untuk foreigner yang ranking di department, akan mendapatkan reward dari sekolah berupa piagam dan uang tunai tambahan (diluar beasiswa).
7. Jangan takut tidak bisa Bahasa Mandarin. Jika kita punya kemauan seperti yang dijelaskan di nomor 6, kita akan mudah belajar Bahasa Mandarin supaya bisa berkomunikasi dengan teman-teman Taiwan + koneksi kita bertambah.
8. Banyak berdoa. Semua hal yang kita harapkan dan usahakan apabila tidak disertai dengan doa, akan menjadi sia-sia. Memohon pertolongan dari-Nya semoga dimudahkan segala sesuatunya hingga bisa diterima dan bersekolah di Taiwan.

Comments
Post a Comment