Hai sobat PPM
Apakabar nih kalian semua? bagaimana dengan pesta demokrasi kita 17 april kemaren? Sudah pada coblosan kan ? pasti seru!
Nah disini admin akan membahas tentang pemilu diluar negeri, tentang sistem dan alur yang digunakan. Jadi, untuk WNI yang berada diluar negeri tetap bisa memberikan haknya untuk pemilu. Ada panitia khususnya, namanya PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri). Dimana PPLN sendiri bertempat di ibu kota negara yang bersangkutan.
Mumpung ada dua member dari pengurus PPM yang jadi awardee di Turki dan di Bangladesh nih, ayo kita kupas tuntas!
Penasaran kan ? mari kita simak
Pemilu di Turki
“ Sebelum pemilu, ppln mendatangi tiap kota, untuk mekukan pendataan penduduk. Misal kota B tidak didatangi sama PPLN, kota B bisa mengikuti acara di kota A. Untuk Turki sendiri, karrna ada kbri ankara dan kjri istanbul, setiap orang bebas memilih mau nyoblos dimana, dan mau pakai cara apa. Ada 2 cara yang bisa dilakukan. Yaitu mencoblos langsung, dan memilih via pos. Untuk yang memilih langsung, hanya bagi wni yang bermukim di ankara atau istanbul, serta wni yang lupa belum mengisi data online. Kalau yang sudah terdata dan mengisi data online, misal di kota yang agak jauh nih kaya izmir, tinggal tunggu pos aja datang. Didalamnya ada capres cawapres, pemilihan lainnya. Posnya gratis, dibiayayi oleh ppln ankara. Kapan via pos dimulai? Untuk surstnya sendiri, ke tiap kota dikirim bertahap. Aku kemaren surat datang tanggal 19 maret sore, langsung aku pilih, dan tanggal 20 maret aku kirim ulang ke ankara. Ga ada biaya apa2. Untuk yang memilih langsung (ankara dan istanbul) kemaren dilaksanakan pada hari sabtu, 13 april 2019. Untuk tata caranya sudah disosialisasikan sama PPLN ke setiap warga negara maupun di medsosnya. “ –Ciptadi Akbar Ahdiat, Awardee YTB Turki 2018-
Pemilu di Bangladesh
“Pemilu di Bangladesh tidak berbeda dengan pemilu di luar negeri pada umumnya. Semua pemilih didata dan terdaftar pada kedutaan besar republik Indonesia di Dhaka, ibukota Bangladesh. Nah,ada pemilih tetap dan ada pemilih tambahan. Untuk pemilu di Bangladesh sendiri menggunakan dua cara. Datang langsung ke tps di kbri atau dikirim via pos untuk wni yang berada di kota yang jauh dari ibu kota. Tapi pengiriman pos hanya berlaku untu daftar pemilih tetap. Sedangkan pemilih tambahan diharuskan untuk tetap ke kbri dan mencoblos langsung di tps. Pengiriman pos sendiri untuk tahun 2019 sampai di kota-kota sekitar bulan April di minggu pertama. Dan kita diharuskan mengirimkan kembali ke Dhaka tapi tanpa biaya. Nah untuk pemilihan di tps dilakukan pada tanggal 12 april 2019. Perhitungan semua suara baik yang dari tps ataupun pos dilakukan serempak dengan pesta demokrasi di Indonesia yaitu pada tanggal 17 april 2019.” –Nur Hamamur Rizki Ratnaningtyas, Awardee Asian University for Women Scholarship 2018-
Apakabar nih kalian semua? bagaimana dengan pesta demokrasi kita 17 april kemaren? Sudah pada coblosan kan ? pasti seru!
Nah disini admin akan membahas tentang pemilu diluar negeri, tentang sistem dan alur yang digunakan. Jadi, untuk WNI yang berada diluar negeri tetap bisa memberikan haknya untuk pemilu. Ada panitia khususnya, namanya PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri). Dimana PPLN sendiri bertempat di ibu kota negara yang bersangkutan.
Mumpung ada dua member dari pengurus PPM yang jadi awardee di Turki dan di Bangladesh nih, ayo kita kupas tuntas!
Penasaran kan ? mari kita simak
Pemilu di Turki
“ Sebelum pemilu, ppln mendatangi tiap kota, untuk mekukan pendataan penduduk. Misal kota B tidak didatangi sama PPLN, kota B bisa mengikuti acara di kota A. Untuk Turki sendiri, karrna ada kbri ankara dan kjri istanbul, setiap orang bebas memilih mau nyoblos dimana, dan mau pakai cara apa. Ada 2 cara yang bisa dilakukan. Yaitu mencoblos langsung, dan memilih via pos. Untuk yang memilih langsung, hanya bagi wni yang bermukim di ankara atau istanbul, serta wni yang lupa belum mengisi data online. Kalau yang sudah terdata dan mengisi data online, misal di kota yang agak jauh nih kaya izmir, tinggal tunggu pos aja datang. Didalamnya ada capres cawapres, pemilihan lainnya. Posnya gratis, dibiayayi oleh ppln ankara. Kapan via pos dimulai? Untuk surstnya sendiri, ke tiap kota dikirim bertahap. Aku kemaren surat datang tanggal 19 maret sore, langsung aku pilih, dan tanggal 20 maret aku kirim ulang ke ankara. Ga ada biaya apa2. Untuk yang memilih langsung (ankara dan istanbul) kemaren dilaksanakan pada hari sabtu, 13 april 2019. Untuk tata caranya sudah disosialisasikan sama PPLN ke setiap warga negara maupun di medsosnya. “ –Ciptadi Akbar Ahdiat, Awardee YTB Turki 2018-
Pemilu di Bangladesh
“Pemilu di Bangladesh tidak berbeda dengan pemilu di luar negeri pada umumnya. Semua pemilih didata dan terdaftar pada kedutaan besar republik Indonesia di Dhaka, ibukota Bangladesh. Nah,ada pemilih tetap dan ada pemilih tambahan. Untuk pemilu di Bangladesh sendiri menggunakan dua cara. Datang langsung ke tps di kbri atau dikirim via pos untuk wni yang berada di kota yang jauh dari ibu kota. Tapi pengiriman pos hanya berlaku untu daftar pemilih tetap. Sedangkan pemilih tambahan diharuskan untuk tetap ke kbri dan mencoblos langsung di tps. Pengiriman pos sendiri untuk tahun 2019 sampai di kota-kota sekitar bulan April di minggu pertama. Dan kita diharuskan mengirimkan kembali ke Dhaka tapi tanpa biaya. Nah untuk pemilihan di tps dilakukan pada tanggal 12 april 2019. Perhitungan semua suara baik yang dari tps ataupun pos dilakukan serempak dengan pesta demokrasi di Indonesia yaitu pada tanggal 17 april 2019.” –Nur Hamamur Rizki Ratnaningtyas, Awardee Asian University for Women Scholarship 2018-
Comments
Post a Comment