Oleh : Eva Nurlatifah
Ok salam kenal semuanya.
Nama saya Eva Nurlatifah saat ini
sedang berusaha menyelesaikan studi S2 di University of Twente dengan bidang
Business Information Technology dan spesialisasi yg saya ambil sekarang IT
management and Innovation.
Saya alumni UIN sunan gunung djati
bandung angkatan 2009 dan saat S1 saya mengambil jurusan teknik informatika.
Besiswa yang saya terima saat ini
adalah Mora Scholarship, kepanjangannya ministry of religious affair
scholarship a.k.a beasiswa kementrian agama. Pada saat saya mendaftar, target
beasiswa ini adalah alumni, Dosen dan Tenaga Kependidikan PTKI (Pendidikan
Tinggi Keagamaan Islam) untuk tingkat pendidikan master dan doktor.
Tapi, mulai tahun 2017, ada perubahan
kebijakan, beasiswa ini ditujukan khusus untuk dosen dan tenaga kependidikan
PTKI dan khusus untuk program doktor. Jadi saya adalah angkatan terakhir yang
mendapatkan beasiswa master dari mora scholarship.
Sekarag pihak kemenag juga lebih
menggaungkan programnya dengan nama Program 5000 doktor Mora Scholarship. Beasiswa
ini ada setiap tahunnya, nama website nya
scholarship.kemenag.go.id, ini link untuk info
pendaftaran tahun 2018. (10 Juli 2018 s/d 30 Desember 2018)
Hampir sama dengan LPDP.
Pada periode saya:
Tahapan 1: seleksi administrasi, yang membedakan
dengan LPDP kami diwajibkan memiliki LoA dan proposal penelitian terlebih dulu.
Tahapan 2: Seleksi substantif (Interview, Test
Psikotest, Essay, dan Focus Group Discussion)
ada kemungkinan
perubahan tahapan seleksi setiap tahunnya menyesuaikan dengan perkembangan dan
perbaikan dari pihak penyelenggara beasiswa.
Nah kak Eva
bagaimana tips untuk mendapatkan beasiswa ini?
Tips nya, karena beasiswa ini
bertujuan untuk mengembangkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi islam,
upayakan memiliki tujuan riset yang memang bermanfaat untuk kampus tempat
mengabdi nantinya.
Yakinkan interviewer kalau PTKI
tempat kita mengabdi sangat membutuhkan keahlian yang akan kita pelajari.
oia, beasiswa
ini mengharuskan kita untuk melakukan pengabdian di institusi yg memberikan
rekomendasi.
untuk tips lainnya, gak berbeda jauh
dengan tips beasiswa lainnya, perhatikan detail persyaratan yang diberikan
penyelenggara, proof read proposal yang akan diajukan kepada teman atau kolega
yg ahli di bidangnya, perbanyak latihan interview dan komunikasi dengan
komunitas pencari beasiswa lainnya agar tetap semangat. yang terakhir jangan
lupa berserah dan berdo'a. :)
Alasan yang paling mendasar itu
backgroun pendidikan s1 saya yaitu teknik informatika. Selain itu, jurusan ini
juga berkaitan dengan pengalaman kerja saya setelah lulus, bergabung dengan
start up digital yang dibangun oleh saya dan teman2 saya saat kuliah.
Berangkat dari pengalaman itu, saya
ingin memperkuat potensi yang saya miliki di bidang ini dengan mengambil
Business IT.
Gambaran umum perkuliahan di Belanda
yakni Self-study atau belajar mandiri, hal ini yang sangat terlihat dari
perkuliahan di Belanda.
Kami dilatih untuk mengatur waktu
sebaik mungkin dengan tuntutan tugas yang cukup banyak dan sekumpulan
literature yang harus kami baca setiap minggu nya.
We are learning how to learn.
Ketahanan kita saat belajar yang benar-benar di uji disini. Perkuliahan di
Belanda pada umumnya menggabungkan course work dan riset untuk program yg saya
ambil 2 tahun, 1.5 tahun perkuliahan di kelas dan 6 bulan sisanya untuk riset.
Pertanyaan:
1.
Novi_puskesmas Sosopan_Saya pernah dengar bahwa University of Twente merupakan
univertas berbasis campus. Bisa dijelaskan bedanya dengan yg lain? saya coba
jawab sepengatahuan saya ya,
Twente merupakan kampus terbesar di Belanda
berdasarkan ukuran luas tanah yang dimiliki. Typical kampus di belanda pada
umumnya, kampus, student housing, fasilitas olahraga dan fasilitas lainnya
terpisah.
Tapi, UT memiliki lahan yg sangat luas jadi seluruh
student housing, perkuliahan, lab dll ada dalam satu kampus.
https://www.utwente.nl/en/campus/
bisa cek juga disini
mungkin ini kelebihan yang bisa dimiliki oleh twente
karena berada di kota kecil, tidak seperti delft atau kampus di kota besar
lainnya yang memiliki lahan terbatas.
2. M. Fanny Adam Bastian_Banyuwangi_Universitas
Muhammadiyah Jember_Apakah jika mendapatkan Beasiswa akan dibantu dalam
pembuatan visa? Dan apakah di Belanda menggunakan TOEFL atau IELTS dan
berapakah nilai minimumnya?
Pembuatan visa
akan dibantu langsung oleh pihak universitas saat kita sudah mengkonfirmasi
enrollment atau pendaftaran kita untuk tahun ajaran itu.
Untuk twente sendiri sertifikat yang dibutuhkan IELTS minimum
6.5 atau TOEFL IBT. untuk toefl IBT saya kurang tau berapa score minimumnya
karena kemarin mendaftar pakai IELTS.
3. Elfi Zulaikhah_madiun_universitas jember_motivation
letter dan CV yg menarik pemberi beasiswa yang seperti apa ya ? Apakah harus punya
banyak prestasi dan organisasi ?
Untuk motivation letter yang terpenting itu
menunjukkan kalau interest kita sesuai dengan tujuan yang diambil.
Organisasi dan prestasi tidak wajib, tapi itu bisa
jadi point plus.
kebetulan saya pernah membuat tulisan recommendation
letter dan study plan, mungkin bisa sedikit memberi gambaran karena
karakteristiknya mirip dengan motivation letter.
https://evanurlatifah.wordpress.com/2017/09/17/study-plan-recommendation-letter/
untuk CV pilih prestasi dan organisasi yang berkaitan
dengan tujuan CV itu dibuat, untuk menunjukkan konsistensi kita di bidang itu.
4. Heri Purwanto Sidiq_Banda Aceh_Unsyiah_ Saya mau
nanya mengenai beasiswa yang mbak dapatkan, yang saya tau beasiswa mora itu
untuk PhD, bagaimana cara dpt beasiswa untuk jenjang masternya mbak?
Regulasinya bagaimana
Untuk Heri,
saya tadi sudah sebutkan sebelumnya kalau beasiswa ini awalnya diberikan untuk
s2 dan s3. Tapi, sejak tahun 2017 ada perubahan regulasi yaitu menutup beasiswa
s2.
Skema pendaftarannya sama dengan pendaftaran beasiswa
s3 yg dibuka tahun ini.
5. Saidatul 'Ufa_Banda Aceh_Universitas Syiah
Kuala_Setelah sedikit melakukan searching terkait jurusan business information
& techno, saya mendapatkan bahwa ada lagi 3 spesialisasi di jurusan
ini. Bagaimana sistem memilih
spesialisasi tersebut?
Pertanyaan kedua adalah. Saya adalah seorang mahasiswa
statistika dari fakultas MIPA. Saya mengambil peminatan statistika ekonomi dan
belajar big data juga. Apakah memungkinkan untuk kuliah di jurusan tersebut
khususnya di spesialisasi data science dan business analytics?
Memilih spesialisasi bisa dilakukan di awal
pendaftaran atau setelah mengikuti perkuliahan selama 2 quartile (5 bulan
perkuliahan), student diberi kebebasan untuk memilih spesialisasi sendiri melihat
ketertarikan dari jurusan yang sudah diambil. Setelah menentukan spesialisasi
student advisor akan mengarahkan mata kuliah yang harus diambil kedepannya.
Kalau background nya sudah mempelajari big data, ada
kemungkinan diterima di spesialisasi itu. Tapi, itu semua tergantung assessment
team di jurusan BIT. Saat mendaftar ke kampus, salah satu syarat yang diminta
adalah overview sylabus mata kuliah saat s1 yg sudah diterjemahkan. Nah lewat
dokumen ini mereka menentukan apakah student itu eligible untuk jurusan ini
atau tidak.
sekian jawaban dari saya, mudah2an cukup jelas ya. 😁
Baiklah kak
Eva, terimakasih atas pemaparan materi yang kakak berikan
Sama-sama, mohon maaf jika ada kekurangan selama
pemaparan materi..
kalau ada pertanyaan lainnya bisa berkomunikasi via
email ya..
Akhir kata, tetap semangat dan jangan berhenti berdo'a, hanya itu senjata yg ampuh untuk menghidupkan mimpi para pencari mimpi

Comments
Post a Comment