Skip to main content

Notulensi Seminar Beasiswa di Tanah Mozart (Austria)

Narasumber : Aufaclav Zatu Kusuma Frisky & Fitriana Amira Subki



Perkenalkan  saya Reva sebagai moderator akan memandu acara seminar 2 jam kedepan. Disini  kita akan bahas berbagai hal mengenai Austria dan kesempatan studi disana tentunya.  Jadi stay tuned ya.... Sebelum saya mengundang narasumbenya Yaitu kak Frisky dan kak Fitriani Amira.  Mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Austria. Selamat  datang Kak Frisky dan Kak Amina Awardee Austria, selamat sore waktu Indonesia.
Kak Frisky : Oke.. Terima kasih atas waktu yang diberikan. Selamat Sore rekan2 semua, Sebelumnya perkenalan dulu nih. Saya Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, Nama yang cukup susah ya.. hehe.. Biasa dipanggil Frisky. Saya Asli Jogja. Saya belajar S3 di Technical University of Vienna, tahun pertama. Masih fresh nih. Hehe.. dan saya study di Bidang, Computer Science. Salam kenal ya semuanya. Saya sekarang disini sebagai perwakilan PPI Austria juga, bersamaan dengan rekan saya Amira, selaku Humas dari PPI Austria sendiri,. Semoga informasi yang kami sampaikan nantinya bermanfaat dan bisa membantu rekan2 semua dalam memilih negara tujuan untuk sekolah lanjut ya.
Kak Amina: Perkenalkan saya, nama saya Fitriani Amira Subki, panggil saja Amira ya 😊 saya belajar S1 di technical university of Vienna, tahun ketiga. Saya belajar teknik planologi di sana. Semoga informasi yang kami sampaikan akan bermanfaat bagi kawan2 semua ya ☺
Reva: Nah kak untuk studi s1 dan s3 di Austria ini,  kakak menggunakan jalur Beasiswa atau jalur mandiri?  Jika iya,  jenis Beasiswa apa yang kk dapatkan?  Dan apa saja persyaratannya.
Kak Amina: Saya pribadi jalur mandiri, karena saya lulusan sekolah internasional di Wina, jadi kasusnya sedikit berbeda dengan rekan2 yang masuk jalur beasiswa
Kak Frisky : Kalau saya, saya disini mendapatkan beasiswa Indonesian-Austrian Scholarship Program untuk study saya. Bersamaan dengan Ernest Mach grant.. akan saya sebutkan sekalian ya beasiswa apa saja sih yang tersedia
Kak Frisky: Disini, ada beberapa jenis beasiswa di Austria nih. Jenis beasiswa yang tersedia di Austria :
        1. Ernest mach grant Asia Uninet : Dibuka bersamaan dengan IASP dan kepanitiaan yang sama. Dibuka untuk umum untuk master dan PhD.
http://asea-uninet.org/scholarships-grants/ernst-mach-grant-emg/
        2. Indonesian-Austrian Scholarship programme : Dibuka bersamaan dengan EMGAU dibuka untuk yang memiliki NIDN dari DIKTI khusus untuk PhD.
3. Erasmus Mundus: Beasiswa Master dan PhD (kebanyakan master) https://eacea.ec.europa.eu/homepage_en
        4. Project Funding : Disediakan oleh laboratorium ataupun professor yang mau menerima
5. LPDP : Disediakan oleh pemerintah Indonesia
        6. BUDI-LN : Disediakan oleh DIKTI (Khusus Pengajar)
        7. Own Funding
Kak Frisky: Beasiswa biasanya dibuka bulan Februari, ditutup bulan maret.. Jadi untuk tahun ini sudah tutup yaa.. dicoba tahun depan.. 😊
Reva: Wah cukup banyak juga ya kak Beasiswa untuk kuliah disana....  Persyaratan secara umumnya untuk semua beasiswa tersebut kira kira apa saja kak?
Kak Amina: Sertifikat dan nilai bahasa Jerman B2, rapor nilai lulus SMA, ijazah SMA, foto kopi paspor/visa Austria dan formulir , yang saya ingat sih itu kak
Kak Frisky: Kalau pengalaman saya, Syarat umumnya untuk PhD:
1. English proficiency:
IELTS : 6 untuk Science dan 6.5 untuk social (tergantung Universitas, silakan di cek web Universitas)
ITP :  (Beberapa Universitas mau menerima) 550
IBT : 80
2. Motivation letter
3. Rekomendasi dari supervisor
4. Proposal Research (untuk PhD dan beberapa master program)
5. Nama professor yang berkenan untuk menjadi supervisor disertai LOA Supervisor
6. Form yang disediakan Universitas.
7. Transcript dan Ijazah.
Kak Frisky: Tetapi beberapa universitas yang memiliki peringkat tinggi seperti University of Vienna, TU Wien, WU, maupun Boku biasanya untuk English Proficiencynya lebih tinggi. Seperti itu.. jadi, tidak terlalu susah juga kan rekan2?
Reva: Tidak terlalu berbeda jauh ya persyaratannya antara S1 mandiri dan S2/S3 Beasiswa.  Dan memang betul,  persyaratannya tidak terlalu ribet juga...Nah lantas bagaimana kak tips untuk mendapatkan beasiswa ke Austria ini?
Kak Frisky: Kalau berbicara tentang tips, ini tips personal dari saya sendiri yaa..
        1. Kenali universitas dan jurusan yang ingin dituju, pastikan sesuai minat
        2. Kenali professor yang ingin dijadikan supervisor. Bisa dibilang, beliau adalah orang tua kita dalam penelitian ketika kita belajar diluar negeri.
        3. Kenali beasiswa yang ingin diambil
4. Kenali syarat-syarat yang dibutuhkan dan jenis funding yang dibutuhkan (usahakan penuhi semua syaratnya, jangan berharap ada pengurangan atau pemakluman yaa)
5. Selain itu, yang paling penting adalah pantang menyerah dan rajin2 mencari informasi dan apabila masih belum berhasil, jangan mudah menyerah.. saya sendiri membutuhkan sekitar 2 tahun lebih untuk mencari beasiswa.. jadi jangan menyerah yaa
Kak Frisky: yang poin paling penting disini adalah professor dan biaya hidup. untuk tipsnya sebenarnya hanya jangan menyerah saja. saya yakin rekan2 disini semua mampu untuk mendapatkan beasiswa maupun belajar di luar negeri. semuanya sebenarnya seperti itu apabila rekan2 pernah mengikuti pelatihan mendapatkan beasiswa. Jadi, terus berjuang ya rekan2
karena pada dasarnya yang membedakan orang yang belajar diluar negeri atau tidak itu hanyalah keinginan dan usaha untuk mewujudkannya. dan saya yakin rekan2 semua itu mampu
Reva: Selanjutnya Kalau boleh tahu,  apa alasan kak Frisky dan Kak Amina mengambil jurusan yang sedang kakak pelajari sekarang?
Kak Frisky: Kalau dari saya, ini sedikit cerita pengalaman pribadi nih yaa., saya yakin dulu ada yang pengalamannya mirip dengan saya. Keinginan untuk masuk ke Computer Science diawali dulu dari ketika saya SMP. Di kala rekan-rekan lain belajar, saya langsung berminat ke komputer. Yup, dari awalnya bermain game. kemudian komputer saya rusak, kemudian merakit sendiri. Ada yang suka bermain game juga? pasti banyak yaaa. kemudian ketika kuliah saya melihat film fast Furious.. https://www.youtube.com/watch?v=xlUD7Ui-kv4
Kak Amina: Ini saya jadi cerita tentang pengalaman hidup saya juga ya ☺ Karena pekerjaaan bapak saya, saya punya pengalaman tinggal di beberapa kota di beberapa negara seperti Jepang, Indonesia Amerika dan sekarang Austria ... 😊
Nah, mulai saya tinggal di kota Wina di Austria itu, saya mulai tertarik dengan tata kota di negara2 masing.... dan saya merasa tata kota itu sangat mempengaruhi kehidupan orang2 yang tinggal di kota2/desa2 setempat... mulai disitu saya jadi tertarik dengan jurusan tata kota planologi ini ☺
Kak Amina: Alhamdulillah ada jurusannya di Wina, tapi saya mempelajari itu  menggunakan bahasa Jerman ..
Kak Frisky: Apakah ada perbedaan tata kota dari negara2 yang pernah ditinggali? *Kok saya jadi ikutan penasaran gak papa yaa..:D
Kak Amina: Mungkin jalanan ya.. Kalau Wina di Austria, Tokyo, Kawasaki dan Kobe di Jepang itu pejalan kaki dengan nyaman bisa jalan2 di tengah kota, dan malah bisa keliling kota jalan kaki
Tapi saya merasa kalau di tempat yang saya tinggal di Indonesia (Jakarta atau Bandung), saya pribadi kurang nyaman jalan2 kak di sana ... dan saya rasa itu ada hubungannya dengan tata kota di kota2 itu. Di sana teratur sekali.. dan masih ada faktor2 lainnya yang menarik yang membuat saya ingin belajar planologi :) mungkin kalau ada rekan2/ teman2 yang ingin atau sedang belajar planologi punya opini yg sedikit berbeda ya.. 😆
Kak Frisky: Waah kalau kita berbicara tentang apa yang spesial dari Austria, sudah pernah melihat film 99 cayahaya di Langit eropa? Film tersebut berlatar Austria lho.
Beberapa poin saya disini, Kehidupan disini sangatlah nyaman. Lingkungan yang kondusif untuk belajar, maupun untuk hidup. Biaya hidup memang cukup kompetitif (cukup mahal) tapi memang bias dibilang cukup lumayan murah apabila dibandingkan dengan negara tetangga seperti jerman dan Swiss.
Kemudian, sarana transportasi sangat mudah dijangkau dan bisa pergi kemana2 tanpa kerepotan. Hehe. Memang kalau berkunjung ke Austria yang harus diperhatikan batas kotanya ya. Karena tiketnya berbeda. Untuk makanan halal, sangat mudah didapat karena banyak warga Turki disana. Jadi jangan khawatir. Dan yang paling Wah nih, kotanya yang sangat artistic, letaknya yang ditengah eropa, dan universitas yang sangat bagus menjadi kombinasi yang cocok dan penyemangat tersendiri untuk memilih Austria sebagai tempat untuk study. Dan yang paling saya rasakan disini, adalah fasilitas study yang tidak saya dapatkan di Indonesia seperti peralatan canggih yang cukup mahal
Kak Amina: Ibu kota Austria, Wina pun selalu menjadi ranking 1 untuk negara yang paling nyaman untuk ditinggal sedunia ☺ https://www.google.co.jp/amp/s/www.independent.co.uk/travel/news-and-advice/vienna-best-place-live-quality-life-mercer-survey-sarajevo-a8262976.html%3famp
Kak Frisky: Waahh.. benar sekali. selain nyamannya kota,maupun ketersediaan data penelitian yang disediakan untuk kelanjutan studi saya juga bisa didapat. Jadi kombinasi menarik untuk jadi tujuan study.
 Sebagai tambahan, Austria sangat terkenal untuk Jurusan Musiknya. Ada yang tau Mozart? yup beliau lahir dan besar di Austria. Dan beberapa Universitas mempunyai jurusan musik yang sangat baik.. Ada yang tertarik? beasiswanya juga sangat banyak untuk kesana
Kak Amina: Seperti sekolah musik konservatorium Wina juga populer untuk mahasiswa/mahasiswi dari Indonesia atau berbagai macam negara ☺
Reva: Teman2 disini ada yang punya passion di bidang musik?  Recomended sekali niii kuliah di Austria!!
Kak Frisky: Sangat cantik. Seperti hallstatt Insbruck dan Salzburg juga menarik kotanya. Dan satu lagi, Gamelan Jawa dan bali pun akan dibuka prodi di sana. Jadi bisa menjadi tempat belajar yang unik untuk musik dan kebudayaan lokal.
Reva: Kalau Alpbach masuk bagian dari Austria kak?
Kak Amina: Iya itu termasuk bagian dari Austria kak :) itu Town dari provinsi tyrol, Salzburg juga kota yang sangat terkenal :) teman2 tau film sounds of music kan? Salzburg itu menjadi tempat shooting untuk film terkenal tersebut 😊

Sesi Pertanyaan Pilihan untuk para peserta seminar
Reva: Pertanyaan pertama dari Latisha Rengganis_Semarang_Sman 2 Semarang_Menurut kak Frisky dan kak Amina, Bagaimana tips menyusun proposal research? dan kalau boleh kita tahu contoh proposal researchnya kakak² sewaktu mendaftar master/Phd seperti apa ya? Terima kasih sebelumnya kak😊
Kak Frisky: Tips untuk menyusun proposal sebenarnya tergantung dari minat. Minat kita memang harus bisa setidaknya sepemikiran dengan Supervisor yang dituju.. Kunci dari proposal yang menarik ada 3.
1. State of the art yang disampaikan
2. Kesamaan persepsi dengan supervisor
3. Tata penyampaian yang baik termasuk struktur dan hal yang dibahas
ketiga itu adalah unsur utama proposal yang baik. Untuk mendapatkan poin pertama, kita memang harus selalu membaca banyak paper jurnal maupun buku.. untuk tau apa sih yang sedang berkembang sekarang. tipsnya, cari tahun publikasi yang baru untuk paper dan jurnal, untuk buku, sebagai dasar ilmunya. Poin kedua, tipsnya, buka website dan publikasi atas nama supervisor agar tau apa yang sedang dikerjakan. Sangat rugi kalau menurut kita sangat bagus tetapi berbeda cara pandang dengan professor. untuk poin ke 3, banyakin baca buku dan menulis ya.. itu kalau dari saya
Reva: Sudah dapat Dipahami yaa pemaparan yang kak Frisky sampaikan....
Kak Amina: Mungkin cuman tambahan sedikit saja, bisa minta tolong kerabat2 atau orang terdekat rekan2 untuk ikut melihat proposalnya 😆 pendapat2  mereka sering membantu untuk membuat proposal yang bagus 😊
Kak Frisky: Dicek terlebih dahulu sampai sempurna, sebelum di submit ya.. Agar kesalahan kecil tidak mempengaruhi. Jadi Minta banyak2 pendapat dan koreksi untuk hasil proposal yang maksimal ya kak..
Reva: Baiklah sekarang pertanyaan kedua, Chairani_Batam_USU. Apakah Jurusan Teknik Planologi di Technical University of Vienna berkaitan dg Teknik Lingkungan atau ada beberapa konsentrasi sprti air limbah, perencanaan, air dan sanitasi ?Terimakasih 🙏🏻
Kak Amina:Ada mata kuliah yang namanya Infrastruktur- und Energieplanung. Di sana balajar sedikit tentang air sanitasi dan perencanaan yang terkait dengan air :) tapi mungkin cuman secara umum saja. Di technical university of Vienna ada jurusan Teknik hidrologi, mungkin di jurusan itu belajar lebih dalam tentang teknik lingkungan yang berkaitan dengan perencanaan  air limbah, air dan sanitasi.
Reva: Pertanyaan ketiga, Anindita Kusumastuti_Solo_Universitas Sebelas Maret_Pertama saya mau bertanya, apakah ada program transfer S1 Ilmu Komunikasi di beberapa universitas Austria? Kedua, apakah ada program internship ke Austria? Jika ada, dimana saya bisa mendapatkan info seputar internship tersebut dan apa saja persyaratannya :) terima kasih banyak
Kak Amina: Program internship lumayan cukup banyak ke Austria seperti AIESEC, IAESTE, dan PBB juga suka menyediakan lowongan internship.. Persyaratannya tergantung programnya masing2, tapi paling sering persyaratannya itu mahasiswa yang sedang mengambil S1 atau sudah lulus S1 dan maju ke S2
Kak Frisky: Transfer S1 itu seperti apa ya? seperti exchange kah? untuk S1, mungkin amira bisa menjelaskan lebih detail. Untuk S2, beberapa Universitas Indonesia banyak bekerjasama untuk dual degree, seperti FEB UGM dengan WU, dan Kimia UGM dengan TU Wien, (mohon maaf untuk contoh saya mengambil contoh UGM karena saya dari UGM). Computer Science UGM dengan TU Wien juga.
Kak Amina: Kalau transfer S1, nanti kantor administrasi yang di TU WIEN akan menghitung nilai SKS kakak yang sudah kakak dapat selama S1 di Indonesia. Terus nanti akan jelas pelajaran mana aja dan seberapa banyak SKS yang kakak harus ambil di universitas di sini. Kalau di Austria, untuk lulus S1 mahasiswa harus dapat 180 credit, kalau di Indonesia mungkin beda ya 😊
Reva: Dan ini ada pertanyaan terakhir kak, Salam Kenal Mas Frisky.. Saya mau bertanya:
1. Apa perbedaannya antara beasiswa IASP sama Ernest mach?
2. Apakah Kita bisa apply keduanya atau salah satunya saja?
3.Bisakah di jelaskan secara.singkat mekanisme penerimaannya dari administrasi hingga dinyatakan lolos sebgai awardee?
4. Ketika kita telah mempunyai semacam letter dari salah satu professor di Austria.. apakah itu menjadi pertimbangan jga untuk bisa lolos?
5. beasiswa IASP dan Ernest di Indonesia, saya lihat proses seleksinya kolaborasi dgan Dikti, apakah beasiswa tersebut cuman buat dosen yg mempunyai NIDN atau terbuka secara umum?
Terima kasih
Kak Frisky: Hi, saya coba jawab yaa..
1. IASP dan Ernest Mach adalah satu kepanitiaan dengan jalur pembiayaan berbeda. Ernest mach pure dari pemerintah Austria. dan IASP ada pembiayaan dari Indonesia juga.
2. Biasanya disarankan salah satu. saya dulu mendaftar keduanya, dan dimasukkan ke salah satu. tidak bisa keduanya, karena proses wawancara dan administrasinya sama
3. Secara simpelnya, ada 2 poin utama, seleksi berkas dan seleksi wawancara. sperti layaknya lpdp. dan professor dari Austria akan datang ke Indonesia untuk wawancaranya, bekerjasama dengan dikti
4. Letter of acceptance dari professor adalah salah satu syarat beasiswanya. jadi harus sudah dapat prfessor sebelum apply ya
5. IASP untuk dosen, dan Ernest Mach untuk umum.

Kesimpulan Seminar
Kak Frisky: Kesimpulan dari saya, kesempatan untuk mendapatkan beasiswa itu banyak, yang menjadi kunci adalah endurance kita untuk tetap semangat mencari dan dan terus berusaha. Beasiswa itu adalah hak, hak untuk orang yang terus pantang menyerah untuk mencarinya. Keep fighting semuanya. Terdengar simple, tapi memang berat menjalaninya. Bukan hanya untuk Austria aja, tapi dimanapun kita mencari pendidikan. Semangat semua..
Kak Amina Awardee Austria: Terima kasih banyak teman2/rekan2 yang sudah ikut dengan kami untuk seminar online ini... ternyata seru ya berbagi informasi tentang kehidupan sebagai pelajar di Austria ☺ Saya doakan rekan2/teman2 untuk selalu sukses selalu dan meraih cita2nya
Kesimpulan Penutup
jangan pantang menyerah dan selalu semangat untuk menjalankan studi yang teman2/rekan2 pelajari.. Selalu ada ups and downs belajar, apalagi belajar di luar negeri apalagi kalau terkena culture shock.. kita sama2 semangat ya!


Comments

Popular posts from this blog

Meraih Gelar Ganda dengan AAS

  Notulensi Seminar AAS Moderator : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh terimakasih kepada ka  nanda yang sudah menyempatkan diri untuk menjadi narasumber kami hari ini, sebelumnya kami ingin mengucapkan selamat hari raya idul adha kepada rekan-rekan dan selamat malam kepada teman-teman di Indonesia, pada hari ini kita akan membahas meraih gelar ganda dengan AAS. Kepada narasumber dipersilahkan memeberi sambutan” Nanda : “Baik terimakasih kepada ka Akbar selaku moderator, Saya Nanda Nur Sofyana, teman-teman bisa panggil Saya nanda, semoga seminar online kali ini Saya dapat membantu sebagai pemateri dengan judul meraih gelar ganda AAS(Australian Award Scholarship)” Moderator : “Oiya ka bisa beritahu darimana asal kakak, S1 nya di mana atau jurusan apa? Nanda : “ Jadi Saya ini lahir di Aceh dari Syiah Kuala University jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan. Saya masuk tahun 2011 lulus 2015, terus Saya apply beasiswa 2016.” Moderator : “ Jadi kakak di Australia, berangkatnya?” ...

Studi Kedokteran di Turki?! Siapa takut!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Merhaba arkadaşlar (halo temen temen) Nasılsınız? (apa kabar?), Semoga temen temen semua dalam keadaan sehat wal afiat dan apabila ada yang kurang sehat semoga Allah SWT memberinya kesehatan. Aamiin :). Terima kasih seluruh temen temen yang sudah ikut dan hadir dalam acara  luar biasa banget, saya yakin insyaallah temen temen semua akan menjadi orang sukses. Aamiin. Dan terimakasih juga kepada moderator yang keren banget,yang kece banget, Mas Tajul juga seluruh panitia PPM  yang telah mengizinkan Dhika mengisi acara iniAda pepatah yang bilang, "tak kenal maka ~tak sayang~ taarufan". Boleh ya kita kenalan, kali aja nanti taarufan :D. Perkenalkan nama lengkap saya, Andhika Rahman Temen temen boleh panggil saya Andhika . Alhamdulillah sekarang Dhika sedang menempuh pendidikan sarjana di Istanbul University, Fakultas Kedokteran. Saya orang asli Padang tapi tinggal di Depok.  Sebelumnya kenapa saya memili...

Menggapai Asa Bersama YBM BRI

  NOTULANSI SEMINAR ONLINE YBM BRI (Menggapai Asa Bersama YBM BRI) 08 Agustus 2020 Pukul 19.00- 21.00 WIB   Pemateri : Kafa 'Aisyana Ni'mah Moderator : Lusyiana Dewi Ni geum  Assalamualaikum, selamat malam teman-teman. gimana kabarnya semua? Semoga senantiasa baik yaa. Perkenalkan, saya lusy yg akan menjadi moderator seminar online PPM pada malam hari ini. Pasti udah pada ga sabar kann? Nahh, langsung aja kita mulai yaaaa. Berikut akan saya kirim CV dari pembicara kita malam ini, kak Kafa 'Aisyana Ni'mah. silahkan dibaca dulu yaa, saya beri waktu 10 menit untuk membaca CV☺️   Pemateri: Selamat malam, teman-teman PPM! Semoga berkenan ya, dengan pemaparan dari saya selama online seminar ini nanti:) Tak kenal maka kenalan, Panggil saja Kafa, mahasiswa baru naik semester tiga (3). Tepatnya mahasiswa di Departemen Teknik Geofisika ITS Surabaya. Salam kenal ya, semua! Kalau sudah kenal saya, selanjutnya kita akan kenalan sama yang membuat saya mengisi seminar ini aja ya, S...