Skip to main content
NOTULENSI SEMINAR JERMAN MANDIRI

Ketupel : Riska Andini
Moderator : Ciptadi Akbar Ahdiat
Notulen : Lestarina Matondang
Narasumber : Ebin Ardiansyah
Present By : PPM Official

Assalamualaikum perkenalkan nama saya Ebin Ardiansyah, saya kuliah S1 di TU Berlin jurusan Process Engineering and Energy Technology
Materi :
1. Kakak di Jerman Mandiri, apa itu jalur Mandiri?  Apa perbedaan pakai agen dan non agen?
Kak Ebin : Jadi kita bicara sebelum ke Jerman. Jadi, sebelum ke Jerman emang iya dibedakan antara jalur agen dan mandiri. Kalau jalur agen berarti semua persiapan dan lain-lain itu diurus oleh agen. Sedangkan jalur mandiri pribadi ya kita ngurus sendiri. Hal yang harus diurus itu sama. Misalnya, terjemahan dokumen seperti ijazah, raport itu ngurus sendiri kalau yang mandiri pribadi. Jafi kita harus cari penerjemah tersumpah yang diakui oleh pemerintahan Jerman. Sebenarnya kalau informasi apapun apa saja yang harus dipersiapkan itu sudah ada di google lengkap banget. Banyak teman-teman Jerman yang ngeshare langkah-langkah atau apapun yang harus dipersiapkan secara detail di youtube ada juga jadi kita tinggal ikutin aja. Apply visa sebelum 17 tahun bawa orang tua, kalau diatas 17 tahun sendirian.
2. Jadi waktu kak ebin ke Jerman itu usia berapa?
Kak Ebin : 17 tahun, waktu itu aku apply visa sama orang tua.
3. Tahapan-tahapan kuliah di Jerman secara garis besarnya apa kak?
Kak Ebin : Jadi tadikan udah siap persiapan semuanya. Jangan lupa yaa nanti kadang-kadang tergantung kedutaan. Jadi setelah persiapan udah ada semua akun bank harus maksimal 8500 Euro dan itu harus, karena pemerintah Jerman ingin kita datang bukan untuk bekerja tapi untuk belajar. Jadi kita setiap bulan hanya bisa mengambil sekitar 600-700 Euro di Bank. Jadi bank kita itu kayak dikunci gak bisa seenaknya aja kita ambil. Kalau mendesak bisa datang ke tellernya trus bilang kalau kita butuh dan alasannya yang jelas baru bisa. Biasanya sebelum apply visa mereka kadang diminta asuransi perjalanan, kayak teman saya diminta,saya enggak gt jadi main untung-untungan.
4. Misalnya kak kita itu di minta untuk asuransi perjalanan kita bisa dapetinnya kalau di Indonesia itu dimana?
Kak Ebin : Ada agen yang menyediakan asuransi. Jadi cari lagi agen yang disahkan oleh kedutaan Jerman. Intinya cari aja di google itu lengkap banget. Sebelum apply visa harus jelas, uang ada, rumah ada, asuransi ada. Kalau tidak lengkap nanti tidak diterima apply visanya. Jerman ingin memastikan kalau kita datang kesana itu gak terlantar. Jadi semuanya harus benar-benar dipersiapkan sebelum berangkat.
5. Misalnya kita masih di Indonesia dan caranya kita mendapatkan sebuah jaminan bahwa kita akan tinggal disuatu tempat itu bagaimana?
Kak Ebin : Nah kalau saya dulu sebenarnya karena beasiswa jadi setengah-setengah gt, jadi kayak Tengah-tengah antara mandiri sama agen. Jadi agen saya dulu khusus beasiswa dia juga nyariin rumah dan lainnya. Tapi kalau udah sampe sini saya yang ngurus sendiri. Terus kalau misalnya pengen cari tau masalah rumah itu pastiin dulu mau kemana. Nah kalau udh pasti nih kita tinggal cari aja atau tinggal hubungin PPI setempat. Contohnya berlin nih jadi bisa cari yang official ada itu cek di google itu biasanya mereka sering dapat pesanan rumah dati orang Indonesia. Cumaharga disini sekali sewa mahal sebulan itu bisa kisaran ditempat biasa itu 300-400 euro. Itu cuma kamar doang dan wc diluar darpur diluar.
6. Kalau untuk air, penghangat, gas dan segala macamnya gimana kak?
Kak Ebin : itu ada semua udh disediain, kasur juga udh disediain. Dipersiapan semua cek satu-satu digoogle, cek list satu-satu. Jadi, kalau kita buka link websitenya kedutaan itu biasanya setelah dikasih tau kok apa" aja syaratnya. Nah biasanya setelah itu waktu tunggunyalumayan 5-7 minggu baru bisa dapat pemberitahuan bahwa visa kita diterima dan tidak sddikit juga setelah menunggu visanya ditolak. Satu lagi nih yang penting, Bahasa. Untuk di Jerman kita harus mempersiapkan bahasa Jerman, mau itu kuliahnya pake bahasa Inggris atau bahasa Jerman terserah yang penting kesini harus mempersiapkan bahasa Jerman level pertama namanya a1. Jadi kayak ngertilah percakapan sedikit-sedikit. Jerman ingin memastikan kalau kita tidak tersesat. Ini bisa kursusnya dimana aja. Tapi tesnya di Goethe. Goethe Institut ada di Jakarta dan di Bandung.
7. Untuk mengikuti perkuliahan itu minimal level bahasa Jerman nya itu berapa kak?  Kalau misalnya kita pake bahasa pengantar nya itu bahasa Jerman
Kak Ebin : wah itu sebaik-baiknya minimal kalau di Jerman itu biasanya ada a1, a2, b1, b2, c1, c2 itu kalau bisa c2 lah yaa paling minimal c1. Jadi saya lurusin lagi, jafi kalau kita udah sampe Jerman kita harus lapor diri di Bürgeramt namanya kayak lapor diri menandakan bahwa kita udah jadi penduduk disini. Lapor diri di Kotanya terus lapor diri di KBRI. Dua-dunya harus. Jadi kalau misalnya  di Jerman jelas kita harus terdaftar sebagai warga sini. Kalau di KBRI supaya  nanti kalau ada masalah. Jadi KBRI bisa bantu setelah lapor diri. Rumah seharusnya udah ada walaupun cuma sebulan atau 2 bulan. Biasanya kita dari Indonesia cuma pesan sebulan atau 2 bulan udah sampai sini mungkin bisa lanjut atau cari rumah baru. Nah udah sampai di Jerman udah lapor diri, udah dapat rumah, sekarang saatnya persiapan bahasa.
Tadi di Indonesia palingan dapat level a1. Biasanya anak-anak Indonesia sampai b2, misalnya saya belajar sampai b1 tapi cuma tes a1. Jadi setiap level itu ada tesnya. Sampe kesini kursus bahasa. Bisa ikut kursus sampe level b2 untuk bisa ikut ujian Aufnahmepruefung Studienkolleg. Trus udh ikut kursus bahasa sampe ntr dapet sertifikat b2. Trus mempersiapkan yang namanya Studienkolleg. Jadi kalau di Jerman ini kita gak kayak di negara lain gt. Jadi kalau di negara lain seketika kita pengen kuliah langsung bisa kuliah. Tapi kalau di Jerman tidak. Jadi kita harus ikut yang namanya Studienkolleg untuk 2 semester. Tapi ada juga yang satu semester, tapi saya tidak saranin buat ikut yang satu semester. Karena memang masa-masa terindah di menuntut ilmu itu di Studienkolleg dan kita benar-benar di bangun dasar-dasar, kayak dasar Matematika, fisika dan kimia. Rata-rata anak indonesia disitu merasa semua baru walapun udh belajar di smp dan sma. Saya aja dulu waktu disini yang datang dari tempat anatah berantah di pulau pojok atas yang pas sma itu cuma bahsa 5 Bab doang, tiba-tib dapat beasiswa yaudah saya terima. Ini itu perjuangan nya berat banget. Jadi saya harus belajar ngulang lagi, cuma saya merasa saya dulu gak suka belajar matematika dan fisika, cuma suka biologi dan kimia. Tapi ketika belajar di Studienkolleg enak banget gt. Trus persiapan Studienkolleg itu berat kalo untuk lulus dan masuk. Bisa lulus Aufnahmepruefung Studienkolleg itu berat kayak misalnya kita bersaing sama mahasiswa asing lain yang ingin kuliah S1 di Jerman. Jadi kita harus kerja keras ekstra.
Rata-rata anak Indonesia itu yang lemahnya dibahasa Jerman dan terus untuk mempersiapkan nya gimana?  Udh dapet sertifikat b2, sekarang kita daftar ujiannya dulu. Jadi di beberapa daerah di Jerman menyediakan Studienkolleg. Walaupun gak semua Studienkolleg dari negara tapi ada juga yang swasta. Kalau yang negeri itu gratis kalau yang swasta bayar. Jadi yang untuk negara kita harus daftar dulu dan ini gampang, kalian jangan mikir yang susah-susah dulu. Sampai kesini tanya, banyak kok teman-teman yang kasih tau. Mau daftar ini siapkan berka-berkas, isi formulir dan daftar lebih dari 5 kampus.
Ntr ada yang namanya uni-assist itu perantara mendaftarkan ke kampusnya dmatau ada yang bisa langsung kekampunya daftarnya. Kita persiapin nih untuk ujian  Aufnahmepruefung Studienkolleg. Kalau untuk di Berlin Teman-teman bisa belajar dari IWKZ Tutorium ini gratis dar masjid Indonesia. Teman-teman juga bisa belajar dan saya juga ngisi beberapa bahasa khusus untuk ujian. Ujian ini berbayar sama kayak kursus bahasa lain.
Hati-hati kalau S1 disini harus serius karena banyak Teman-teman Indonesia yang belum bisa kuliah tapi gak bisa masuk Studienkolleg karena kita dikasih waktu 2 tahun. Dalam waktu 2 tahun itu harus masuk Studienkolleg. Kalau kita gak bisa masuk Studienkolleg kita disuruh pulang. Jadi gak bisa perpanjang visa. Makanya jangan main-main. Trus masuk Studienkolleg ada namanya kurs-kurs gt,  ada namanya t-kurs untuk teknik, M-kurs untuk kedokteran, w-kurs untuk ekonomi dan g-kurs untuk bahasa. Daftar pilih, nah pastikan dulu kita itu terdaftar di Studienkolleg mana, Studienkolleg FH atau Studienkolleg Uni. Jadi kalau FH itu kayak politeknik tapi kalau uni yaa universitas. Kalau di FH nanti kita cuma bisa kuliahnya di FH gak bisa di universitas, tp kalau uni nanti bisa kuliah di universitas dan di FH.
Untuk lulus Studienkolleg kita harus ikut kayak UN lg, jadi ada ujian ini susah. Banyak teman-teman yang udah lu nggak lulus mengulang lagi,  kalau misalnya nggak lulus dua kali dikeluarin dari Studienkolleg. Nilai Studienkolleg itu nantinya menentukan bahwa kita masuk di Uni nanti, jadi kita pas udah selesai Studienkolleg daftar Uni gak perlu tes lg. Kalau kita udah lulus Studienkolleg  kita pasti bakalan diterima di uni Jerman. Tapi itu tergantung jurusan kita dan Uni apa misalnya kedokteran jurusan ini paling sulit di jerman jadi nilai student koleksi to di atas 1,3 dan itu paling tinggi 100 kalau di indo kalau di sini 4 paling rendah. Nah kalau misalnya nggak lulus lulus nih di Studienkolleg negeri ya kepaksa Studienkolleg swasta dan itu bayarnya mahal, bisa itu kayak berapa ribu euro satu semester. Biasanya daftar disini itu kita bisa milih dua jurusan. Jadi kalau misalnya keterima dua-duanya ya tinggal milih tetapi rata-rata di Uni lebih susah FH lebih gampang. Terus belajar di sini berat misalnya kayak di unit kita masuk kelas bahasa jerman full terus nggak ada absen. Tapi yang anehnya walaupun nggak ada absen terus orang-orang pada datang di itu beda kalau di indonesi. Ketika udah datang terus ujian, kita cuma dikasih kesempatan tiga kali ujian. Ujian pertama ujian tulisan, dapat misalnya 4 setara dengan 60 (E) itu nggak bisa diperbaiki lagi, nggak lulus misalnya nih. Nah ujian keduanya ujian tulisan lagi itu juga ngga lulus lagi,  terus ujian lisan sama dosen langsung nggak lulus lagi ya di DO, setelah di DO nggak boleh daftar jurusan yang ada mata kuliah.
Untuk s2 biasanya pakai bahasa inggris rata-rata dan saya nggak saranin pakai bahasa jerman sebenarnya. Karena butuh waktu yang lama juga untuk menyesuaikan dan rata-rata mereka itu nggak masuk Studienkolleg dan biasanya itu nggak ada kesempatan walaupun mereka bisa masuk Studienkolleg kalau mau. Kalau pakai bahasa Jerman itu kuliahnya gratis tapi kalau pakai bahasa Inggris itu bayar. Enaknya di jerman ini semuanya ada misalnya susah belajar nih dosen punya jam ngobrol. Jadi kita tinggal datang minta ajarin terus kalau misalnya nggak ngerti juga hubungi teman-teman yang di indonesia.
8. Kak Ebin udah semester berapa?
Kak Ebin : Saya udah semester 9. Jadi di jerman itu enak kalau di uni itu kita bisa belajar apapun. Jadi kuliah di jerman itu gratis, saya bayar per semester itu 300 euro sekitaran 3-4 jutaan dan itu sebenarnya bayar transportasi. Jadi kampus itu ngasih kartu, kartunya bisa dipakai untuk kendaraan umum apapun di Berlin. Asuransi itu sebulan sekitaran 1700 euro.
9. Ada tips-tips apa supaya bisa lolos lancar pokoknya ujian?
 Kak Ebin : Kalau di jerman terutama yang kuliah di uni itu nggak bisa kita pakai cara Indonesia. Ketika kita pengen ujian dua hari sebelumnya belajar deh. Rata-rata nih ada 1 pelajaran itu persiapan nya minimal dua minggu. Kalau teman-teman yang pengen tahu tips-tips ujian itu ada di video kita.
10. Kenapa kak Ebin pilih jurusan tersebut?
 Kak Ebin : Jadi ini kan saya beasiswa. Sebenarnya saya disuruh kuliah jurusan parawisata, ya saya nggak mau lah jiwa saya lebih ke teknik. Karena di daerah saya itu kekurangan listrik. Jadi listrik itu susah dulunya. Dulu saya pengen kuliah teknik elektro cuma takdir berkata lain saya kuliah ke arah listrik yang lebih lain lagi.
11. Apa kekekurangan Jerman? mungkin bisa jelaskan kelebihan dan kekurangan?
Kak Ebin : Sebelumnya ada namanya jalur oper. Jadi kalau dulu kayak jadi babysister gitu tinggalnya sama orang Jerman beberapa tahun baru kemudian kuliah. Nah kalau syarat dan ketentuannya cari sendiri. Jerman itu negara teknologi, jadi kalau kita suka teknologi baru ya Jerman tempatnya dan struktur pendidikannya enak sebenarnya walaupun kuliahnya itu susah. Emang dituntut banget belajarnya, terus rasa bersaing itu kencang banget di sini. Kalau dari segi agama ya enak-enak aja selama kita nggak ganggu, kayak mengganggu adat di sini. Orang jerman itu terbuka, ya kalau mau ibadah terserah. Mungkin seperti tahun lalu ada situasi dimana ada penutupan masjid mungkin ada alasan lain kita nggak tahu cuman kita kalau ibadah enak.   
12.  Kalau untuk keamanan sendiri kak?
Kak Ebin : Aman saya kalau jalan malam sendiri itu aman gak ada bahaya. Kalau di Indonesia udah takut sama manusia takut sama hantu. Kalau disini dua-duanya nggak terkenal. Tp harus memang Hati-hati karena ada beberapa fenomena yang tidak mengenakan untuk para pendatang kayak misalnya kayak waktu kemarin itu ada Pendatang yg di tendang sebelum turun ke tangga nah pelaku nya juga gk tau apakah pendatang atau orang Jerman .
13. Untuk masalah makanan kk? Apa susah untuk cari makanan yg halal gitu?
Kak Ebin : Kalau soal makanan  alhamdulillah  gampang banyak toko-toko halal di Berlin, beli yg di toko Turki kalok di supermarket biasa yg gk halal. Tanyak aja sih misal mau beli kebab  bg halal gk? Ohhhh gk ydh gk usah dibeli.
14. Untuk suka duka nya selama  kak Ebin di Jerman apa?
Kak Ebin : Disini emang lingkungannya enk buat belajar. Kita bisa belajar apaun dengan gratis itu tergantung kita gimna cara memeneg waktunya. Buat temen-teman yg pingin kuliah ke Jerman itu benerin dulu niat nya gitu, pingin apa gitu  pingi cari duit? Kalok duit nya gk ush ke Jerman. Knp teman " muslim disuruh menjelajahi dunia ya karena memang kita harus keluar dari zona nyaman. Merasakan konflik dengan keluar? gak saya orang sumatra ,orang sumatra mah kuat.
15. Untuk plng indo brp tahun sekali atau berapa bulan sekali?
Kak Ebin : Aku kemarin 4 thn blm balik.  Kemarin agustus saya balik saya kaget kok pada udh besar semua.
16. Untuk WNI di kota kak Ebin WNI dan PPI pelajar segala macam itu kalau di totali ada berapa?
Kak Ebin : Banyak misalnya teman-teman di sini sering kumpul berdiskusi, jadi rata-rata itu hampir setiap kota ada, kalau saya setiap kumpul sama teman-teman di mesjid.
17. Pesan-pesan kak Ebin buat teman-teman yang punya keinginan buat lanjutkan s1 dan s2 di jerman.
Kak Ebin :  Pesan saya dan saran saya harus kuliah di luar dimanapun, karena memang kuliah di luar itu lebih terbuka bahwasan kita. Seperti saya bilang tadi kalau mau kuliah keluar benerin dulu niatnya. Kesempatan untuk nyari kerja kalau kuliah di Indonesia itu kecil tapi kalau kuliah di luar itu lebih gede. Jadi yang penting itu harus rajin.
18. Misalnya kuliah s1 apa ada jurusan yang menggunakan bahasa pengantar bahasa inggris
Kak Ebin : Ada banyak dan itu membutuhkan sertifikat bahasa.

Q & A
1. Riska L_Bagaimana sistem pembelajaran di kampus jerman? Dan Apakah menggunakan bahasa inggris untuk siswa international ketika pembelajaran? Kemudian apakah akan ada tes ujian masuk bagi calon mahasiswa international, jika ada apa saja yg akan diujikan? Jika ada program beasiswa di kampus tsb, bagaimana kriteria untuk penerima yg fully funded/ parsial (jika ada)?
Kak Ebin : Sebenarnya tadi udah kejawab, yg full bahasa Jerman,ada yg full bahasa Inggris ada. Di Jerman juga ada bagian yg pake b.inggris tp gk banyak sih. Td saya blng gk ada tes masuk kampus buat yg s1, tes studkol td yg ada. Yg untuk s2 setau saya juga gk ada tes masuk kampus. Mereka ngeliat kayak sertifikat bahasa itu gimana. Udh lulus segimana kan,trus ngeliat nilai-nilai indonya itu gimana. Beasiswa lpdp,aad yg lain-lain  itu ya beasiswa yg ngurusnya. Untuk beasiswa dari kampus sendiri ada docyodipedium, jd itu ada syaratnya dan nilainya harus bagus banget trus kita apply dapet full biasanya.
2. Isnaeni ( bagaimana caranya kakak mengatur pola hidup di sana, biaya akomodasi kesehatan, transportasi dan biaya tempat tinggal? Kan disana negara maju hidup mahal disana. Lebih ke cara memanage uang buat hidup disana? Dan bila ikut studie collage itu apakah boleh lebih dari 1 kampus?)
Kak Ebi : Kalau masalah kesehatan asli disini 100% lebih sehat dari pada di Indonesia. Karena terbiasa pola makannya disini. Tergantung juga sih kalau orang nya pingin mkn mie tiap hari ya sakit juga. Saya jarang banget sakit, kayak demam misalnya karena perubahan cuaca itu pun kayak pilek dan batuk gitu. Ohhhh kalok balik ke indo kena muntaber sampai beberapa hari gitu. Terus ada asuranai juga yg mengatur semua kesehatan kita. Kalau faktor cuaca ya ngaruh makanya jangan salah kostum kalau keluar . Kalau misalnya memeneg uang lebih baik masak sendiri jangan malu kalok disini biasa bawa bekal sendiri kalau di kampus itu bebas kuliah sedang berlangsung kita boleh makan asal gak nganggu. Terus cari rumah yg murah ya terus jangan banyak banyak jajan.
3. Nina~univ apa yang bagus dijerman untuk jurusan kimia dan apa saja persyaratannya?  Apakah harus pakai toefl juga? kak saya pernah dengar kalau semua univ dijerman free. Apakah benar demikian?
Kak Ebin : Jadi kuliah di jerman gk jauh beda kadang-kadang ada kelebihan dikit ada kekurangandikit. Jadikan mau daftar kualiah kimia ya biasa nya daftar diman aaja sih bisa di FU berlin di TU juga ada. Sebenar nya saya gk ada pengetahuan buat seberapa nilai toefl untuk masuk ke master, karna saya juga pakek bahasa Jerman jadi gk perlu pakai itu lagi yg pasti cek aja langsung ke kampus masing masing biasa nya sih itu pakai ielts bukan toefl.
4. Nabila - ka kalau saya mau lanjut S2 di Jerman apa ada rekomendasi univ yang menyediakan jurusan bahasa Inggris, kebetulan S1 saya pend.bahasa Inggris,bakal susah klo saya ambil jurusan yang beda dengan S1 saya
Kak Ebin : Ada untuk master itu biasa nya lebih fleksibel bahasa Inggris nya. Kalok s1 gk banyak pilihan untuk bahasa inggris.
5. Ifa - Seberapa pentingnya surat rekomendasi dari dosen atau profesor untuk dapat melanjutkan kuliah ke jerman?
Kak ebin : Saya sebenarnya gk ada pengalaman di bagian itu, cuma kalok mandiri bisa hubungi kampus nya. Cuma setau saya sih gk pakai surat rekomendasi dari dosen kecuali untuk doktor. Disini gk ada jalur jalur khusus semua sam
6.>Jilan-Apakah lulusan S1 di Indonesia bisa langsung apply Stipendium Masterprogramm tanpa harus ada pengalaman kerja terlebih dahulu?
Kak Ebin : Itu sependium nya dari siapa dari lpdp atau di DAAD. Kalau dari lpdp gk perlu ada tp rata-rata orang Indonesia dapat beasiswa pingin balik. Jadi tergantung peruhasaannya. Jadi setiap lembaga yg memberikannya itu mempunyai karakteristik yg berbeda. Syarat dan ketentuan silahkan cari sendiri
7. Afif - pihak universitas & beasiswa lebih memilih pengalaman organisasi atau akademik? karakter/kepribadian seperti apa yang sebaiknya dimiliki seorang pelamar univ atau beasiswa?
Kak Ebi : Sebenarnya cari tau lebih lanjut siapa yg ngasih beasiswa. Misalnya kayak lpdp itu di liat dari kampus mana dia keluar, trus nilainya berapa trus dia dari mana. Misal nya skil-skil tdi makin bagus gitu jadi sofskil itu sebagai nilai tambahan, cuma ya jangan kumpuli sofskil doang ya cari akademik juga harus. Kalau misalnya di terima unif gk pandang karakter yang penting nilai nya bagus terus cuman nanti kalau udh di terima kalau perilaku nya pendiam gk gampang bergaul ya itu dia nnti sendiri yg susah.
8. Tatum Derin - saya S1 Pend. English mau lanjut S2 di Deutschland bgmn cara saya mencari/investigasi universitas2 dsn yg bagus prodi Education atau Linguistics-nya di internet? Krn kadang websitenya dlm Deutsch, dan juga saya tidak bisa memprofile brp univ disana atau mana yg benar top atau affordable.
Kak Ebin : Rata-rata kualitas kuliah di Jerman itu bagus, jadi jangan khawatir di terima di mana pun itu semua itu bagus yg harus di usahai itu bagaiman caranya supaya bisa sampai sini. Kalau misalnya jurusan yg mengarah ke pendidikan ya itu memang ada tantangan sendiri karena di Jerman lumayan ketat juga kalok di bagian guru.
9. Bunga - Ka aku mau tanya, kan aku statusnya skarang masih belum lulus SMK, lulusnya tahun depan. Kira2 ada tidak ya beasiswa di german yg nerima lulusan SMK S1? Dan bagaimana caranya ka. Terimakasih^_^
Kak Ebin : Kalau beasiswa di Jerman itu gk ngampang yg paling terkenal itu Daad itu untuk s2 bukan s1. Kalau saya dari beasiswa daerah makanya ada. Smk itu cuma bisa daftar di Fh jadi kalau untuk kesempatan itu tetap ada.
10. Zacky~ dijerman universitas manakah yg ada prodi ilmu keolahragaannya
Kak Ebin : Saya gk tau di mana sebenarnya letak nya, tapi saya punya temen yg pengen kuliah jurusan olahraga ada tp gk terlalu banyak sih yg biasa nya itu yg nama nya universitas, cuma gk bnyk kapasitasnya. Gk banyak ya cari aja cuma kalau gk nemu bisa nanya teman teman PPI
Kesimpulan :
Kuliah lah keluar dari Indonesia memang karena penting banget mengubah pola pikir kita, walaupun gk nantinya gk jadi pengusaha gede setidak nya kita udh terlepas dari karenakan Indonesia pengomsumsi hoax terbesar karena kurang nya literasi di indo kayak kebiasaan membaca itu bakalan muncul kalau kita keluar. Kayak teman muslim saya yg di Berlin itu keluar nilai nilai islam nya . Seperti yg saya blng td kuliah keluar jangan untuk cari duit tp nyari nilai ilmu sama rajin dan gk malas.

Comments